TAPANULI TENGAH – Pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, tantangan yang dihadapi warga tidak berhenti pada pembersihan lumpur semata. Krisis air bersih kini menjadi persoalan krusial yang mengancam kesehatan masyarakat. Merespons kondisi tersebut, Personel SAR Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bergerak cepat mendistribusikan air bersih di Desa Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, sebagai wujud nyata kehadiran Polri dalam misi kemanusiaan.
Genangan air banjir yang sempat merendam pemukiman tidak hanya merusak perabotan, tetapi juga mencemari sumur-sumur warga dan memutus saluran pipa air bersih. Akibatnya, warga sempat mengalami kesulitan mendapatkan air yang layak untuk dikonsumsi, memasak, maupun keperluan sanitasi dasar.
Memulihkan Kebutuhan Dasar Masyarakat
Dengan menggunakan kendaraan taktis water cannon dan truk tangki air milik Satbrimob, para personel mendatangi titik-titik kumpul warga di Desa Sibuluan Nalambok. Antrean jeriken dan ember milik warga yang tersusun rapi menjadi pemandangan yang disambut dengan senyum ramah para personel Brimob. Satu demi satu wadah tersebut diisi dengan air bersih yang telah melalui proses pengecekan kualitas.
"Air adalah kebutuhan paling dasar. Tanpa air bersih, proses pemulihan pascabencana akan terhambat. Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa beban warga, setidaknya dalam hal konsumsi air, dapat teringankan," ujar salah satu personel Satbrimob di lokasi distribusi.
Langkah Preventif Terhadap Penyakit
Pendistribusian air bersih ini bukan sekadar bantuan logistik biasa, melainkan sebuah upaya mitigasi kesehatan. Pasca-banjir, risiko penyebaran penyakit seperti diare, penyakit kulit, dan kolera meningkat drastis jika masyarakat terpaksa menggunakan air permukaan yang telah terkontaminasi bakteri.
Dengan menyediakan air bersih yang layak konsumsi, Satbrimob Polda Sumut turut berperan dalam menjaga ketahanan fisik warga penyintas bencana. Langkah preventif ini sangat penting agar masyarakat tetap dalam kondisi sehat selama masa pemulihan, sehingga mereka dapat segera bangkit dan membenahi rumah serta lingkungan mereka yang terdampak.
Sinergi dan Kehadiran Polri di Tengah Rakyat
Kegiatan distribusi ini juga menjadi sarana bagi Polri untuk berinteraksi langsung dan mendengar keluh kesah masyarakat. Di Desa Sibuluan Nalambok, kehadiran personel Brimob disambut dengan antusiasme tinggi. Warga merasa terbantu karena tidak perlu lagi membeli air galon dalam jumlah besar atau berjalan jauh mencari mata air yang belum tercemar.
Kepedulian yang ditunjukkan oleh Satuan Brimob Polda Sumut merupakan pengejawantahan dari jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Di saat-saat sulit seperti ini, kehadiran fisik personel di lapangan menjadi bukti bahwa negara melalui Polri senantiasa sigap mendampingi rakyat dalam menghadapi krisis.
Harapan di Balik Setiap Tetes Air
Melalui pendistribusian air bersih ini, diharapkan proses pemulihan di Kecamatan Sarudik dapat berjalan lebih cepat. Personel SAR Satbrimob berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di Tapanuli Tengah dan siap menyuplai kebutuhan air bersih selama akses air publik belum kembali normal.
Bagi warga Sibuluan Nalambok, setiap tetes air bersih yang disalurkan hari ini adalah simbol harapan dan semangat untuk memulai kembali kehidupan mereka. Kebersamaan antara Polri dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ujian bencana, membuktikan bahwa dengan gotong royong, duka akibat bencana akan segera terlewati.
